EDS ( EVALUASI DIRI SEKOLAH )

June 29, 2013 by   - dibaca 988 kali
Leave a Comment

EDS adalah proses evaluasi diri sekolah yang bersifat internal yang melibatkan pemangku kepentingan untuk melihat kinerja sekolah berdasarkan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang hasilnya dipakai sebagai dasar penyusunan RKS dan sebagai masukan bagi perencanaan pendidikan tingkat kab/kota.

Evaluasi Diri Sekolah (EDS) di tiap sekolah menjadi tanggung jawab kepala sekolah dan dilakukan oleh Tim Pengembang Sekolah (TPS) yang terdiri dari Kepala Sekolah, guru, Komite Sekolah, orang tua peserta didik, dan pengawas. Proses EDS dapat mengikutsertakan tokoh masyarakat atau tokoh agama setempat. Instrumen EDS ini khusus dirancang untuk digunakan oleh TPS dalam melakukan penilaian kinerja sekolah terhadap 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang hasilnya menjadi masukan dan dasar penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) dalam upaya peningkatan kinerja sekolah. EDS sebaiknya dilaksanakan setelah anggota TPS mendapat pelatihan.

EDS tidak sama dengan akreditasi sekolah karena berbeda filosofi dan tujuan penggunaannya namun keduanya merupakan pilar utama dalam penjaminan mutu di sekolah. Pengisian EDS secara benar dapat membantu sekolah memperoleh peringkat akreditasi yang lebih baik. Hasil EDS juga tidak dapat digeneralisasi karena bersifat khusus dan untuk kepentingan internal sekolah sendiri serta kepentingan stakeholder sekolah lainnya.

Hal-hal yang sering dipertanyakan tentang EDS dapat dijelaskan di bawah ini:

1.  APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN EVALUASI DIRI SEKOLAH?

  • Evaluasi diri sekolah adalah proses yang mengikutsertakan semua pemangku kepentingan untuk membantu sekolah dalam menilai mutu penyelenggaraan pendidikan berdasarkan indikator-indikator kunci yang mengacu pada 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP).
  • Melalui EDS kekuatan dan kemajuan sekolah dapat diketahui dan aspek-aspek yang memerlukan peningkatan dapat diidentifikasi.
  • Proses evaluasi diri sekolah merupakan siklus, yang dimulai dari pembentukan Tim Pengembang Sekolah (TPS), pelatihan penggunaan Instrumen, pelaksanaan EDS di sekolah dan penggunaan hasilnya sebagai dasar penyusunan RPS/RKS dan RAPBS/RKAS.
  • TPS mengumpulkan informasi dari berbagai sumber untuk menilai kinerja sekolah berdasarkan indikator-indikator yang dirumuskan dalam Instrumen. Kegiatan ini melibatkan semua warga sekolah baik Kepala Sekolah, Pengawas, Guru, Peserta Didik, Komite Sekolah dan lain-lain.
  • EDS juga akan melihat visi dan misi sekolah. Apabila sekolah yang belum memiliki visi dan misi, maka diharapkan kegiatan ini akan memacu sekolah membuat atau memperbaiki visi dan misi dalam mencapai kinerja sekolah yang diinginkan.
  • Hasil EDS digunakan sebagai bahan untuk menetapkan aspek yang menjadi prioritas dalam rencana peningkatan dan pengembangan sekolah pada RPS/RKS dan RAPBS/RKAS.
  • Laporan hasil EDS dapat digunakan oleh Pengawas untuk kepentingan Monitoring Sekolah serta sebagai bahan penyusunan perencanaan pendidikan pada tingkat kabupaten/kota.

2.  MENGAPA EDS PERLU DILAKUKAN OLEH SEKOLAH?

EDS diperlukan oleh sekolah untuk mengetahui:

  • Seberapa baik kinerja sekolah? Dengan EDS akan diperoleh informasi mengenai pengelolaan sekolah yang telah memenuhi SNP untuk digunakan sebagai dasar penyusunan RPS/RKS dan RAPBS/RKAS.
  • Bagaimana mengetahui kinerja sekolah sesungguhnya? Dengan EDS akan diperoleh informasi tentang kinerja sekolah yang sebenarnya dan informasi tersebut diverifikasi oleh sekolah dan pengawas sekolah.
  • Bagaimana memperbaiki kinerja sekolah? Sekolah menggunakan informasi yang dikumpulkan dalam EDS untuk menetapkan apa yang menjadi prioritas bagi peningkatan sekolah dan digunakan untuk mempersiapkan RPS/RKS dan RAPBS/RKAS.

3.  KEUNTUNGAN APA YANG AKAN DIPEROLEH SEKOLAH DARI EDS?

  • Sekolah mampu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya sebagai dasar penyusunan rencana pengembangan lebih lanjut melalui analisis kebutuhan riil sekolah.
  • Sekolah mampu mengenal peluang untuk menciptakan program-program baru dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.
  • Sekolah mampu mengetahui tantangan yang dihadapi dan mendiagnosis jenis kebutuhan yang diperlukan untuk perbaikan.
  • Sekolah dapat mengetahui tingkat pencapaian kinerja berdasarkan 8 SNP.
  • Sekolah dapat menyediakan laporan resmi kepada para pemangku kepentingan tentang kemajuan dan hasil yang dicapai.

4.  KEUNTUNGAN APA YANG DIPEROLEH DINAS PENDIDIKAN/SUDIN DARI EDS?

  • Menyediakan data dan informasi yang penting untuk perencanaan, pembuatan keputusan, dan perencanaan anggaran pendidikan pada tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan nasional.
  • Mengidentifikasikan bidang prioritas untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan.
  • Mengidentifikasikan jenis dukungan yang dibutuhkan terhadap sekolah.
  • Mengidentifikasikan pelatihan serta kebutuhan program pengembangan lainnya.
  • Mengidentifikasikan keberhasilan sekolah berdasarkan berbagai indikator pencapaian sesuai dengan SPM dan SNP.

5.  APA SAJA YANG DIHASILKAN DARI EDS?

  • Profil mutu satuan pendidikan (link)
  • Rekomendasi Program Peningkatan Mutu Satuan Pendidikan (link)
  • Program prioritas untuk RKS (link)
  • Peta Mutu Capaian SNP Tingkat Provinsi dan kab/Kota dan Rekomendasi Program Peningkatan Mutu (link hasil EDS per jenjang )

6.  SEBERAPA SERING SEKOLAH MELAKUKAN EDS?

  • Sekolah melakukan proses EDS setiap tahun sekali.

7.  BAGAIMANA BENTUK INSTRUMEN EDS?

Instrumen EDS terdiri dari 8 (delapan) bagian sesuai dengan 8 SNP.

  • Setiap standar terdiri dari beberapa komponen yang memberikan gambaran lebih menyeluruh, setiap komponen terdiri dari beberapa sub komponen dan setiap sub komponen terdiri dari beberapa indikator.
  • Setiap indikator terdiri dari beberapa pertanyaan yang ditujukan masing-masing untuk Kepala Sekolah/Pengawas, Guru, Peserta Didik, dan Komite Sekolah.
  • Pada akhir dari setiap indikator terdapat tingkat pencapaian yang diwujudkan dalam angka 1 (di bawah SNP), 2 (sesuai SNP) dan 3 (di atas SNP).
  • Pada bagian akhir terdapat halaman rekapitulasi pencapaian dari indikator, sub komponen, komponen dan standar nasional pendidikan
  • Dari hasil rekapitulasi dapat diidentifikasi aspek-aspek apa saja yang menjadi rekomendasi sekolah untuk dituntaskan, yang selanjutnya dapat disusun program prioritas dalam kurun waktu tertentu.
  • Tingkat pencapaian pada tiap Standar dalam Instrumen ini dapat digunakan sekolah untuk menilai kinerjanya pada standar tertentu, komponen tertentu, sub komponen tertentu, indikator tertentu bahkan aspek tertentu.

8.  BAGAIMANA SEKOLAH MENGUKUR TINGKAT PENCAPAIAN?

  • Responden/Anggota TPS secara bersama mencermati Instrumen EDS pada setiap aspek dari setiap standar. Sebaiknya perlu disiapkan peraturan menteri, atau peraturan pemerintah lain yang berkaitan dengan SNP sebagai rujukan. (link ke BSNP)
  • Berdasarkan kondisi nyata sekolah, anggota TPS/responden menjawab setiap pertanyaan dalam instrumen.
  • Setelah responden menentukan jawaban, hasil akan otomatis muncul pada bagian akhir instrumen tersebut.
  • Pada tahap akhir, jawaban setiap responden dimasukkan ke dalam format rekapitulasi yang akan memunculkan hasil gabungan dari pengisian instrumen yang merupakan profil sekolah tersebut.
  • Dengan menggunakan Instrumen EDS ini, sekolah dapat mengukur dampak kinerjanya terhadap pembelajaran peserta didik. Sekolah juga dapat memeriksa hasil dan tindak lanjutnya terhadap perbaikan layanan pembelajaran yang diberikan dalam memenuhi kebutuhan pembelajaran peserta didik.
  • Tingkat pencapaian kinerja sekolah bisa berbeda dalam aspek yang berbeda pula.
  • Dalam pelaksanaan EDS yang dilakukan setiap tahun, sekolah mempunyai dasar nyata aspek dan standar yang memerlukan perbaikan secara terus-menerus.

9.  BAGAIMANA MENENTUKAN KRITERIA CAPAIAN SNP DALAM EDS?

Kriteria capaian SNP dalam EDS adalah sebagai berikut:

Skor Capaian Rating/Index Mutu Kualitas Layanan
0 – 1,99 1 (*) Belum memenuhi SNP/ di bawah SNP
2,00 2 (**) Memenuhi SNP
2,01 – 3,00 3 (***) Melampaui SNP

 

 

 

 

10. BAGAIMANA PROSES EDS MEMBANTU PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH?

  • TPS menganalisis informasi yang dikumpulkan, menggunakannya untuk mengidentifikasi dan menetapkan prioritas yang selanjutnya menjadi dasar penyusunan RPS/RKS dan RAPBS/RKAS.
  • Berdasarkan hasil EDS, sekolah mengembangkan RPS dengan prioritas peningkatan mutu kinerja sekolah yang dirumuskan secara jelas, dapat diobservasi dan diukur. Dengan demikian, RPS menjadi dokumen kinerja sekolah yang meliputi aspek implementasi, skala prioritas, batas waktu, dan ukuran keberhasilannya.
  • Proses EDS berkaitan dengan aspek perubahan dan peningkatan. Upaya perubahan dan peningkatan tersebut hanya bermanfaat apabila diwujudkan dalam perencanaan bagi peningkatan mutu pendidikan dan hasil belajar peserta didik. Diharapkan dengan adanya ragam data dan informasi yang diperoleh dari hasil EDS, sekolah bukan saja dapat merumuskan perencanaan pengembangan dengan tepat, akan tetapi penilaian kemajuan di masa depan juga akan lebih mudah dilakukan dengan tersedianya data yang dapat dipercaya. Hal tersebut dengan sendirinya memudahkan sekolah untuk menunjukkan hasil-hasil upaya peningkatan mereka setiap saat.

 

Komentar Anda?

  1. -

    Belum ada komentar, jadilah yang pertama mengisi komentar berita ini. Tinggalkan komentar anda dibawah ini.

Komentar Anda?